Senin, 20 Februari 2012

Pembalut Wanita & Kesehatannya

Ass. Bagaimana kabar agan-agan semua? semoga selalu dalam lindungan Tuhan! Amin,,
Kali ini saya akan membahas tentang kesehatan untuk para wanita!
Pernahkah sebelumnya terfikir bagi anda semua mengenai pembalut yang palsu? Atau bahkan pembalut yang dibuat dari bahan sampah yang didaur ulang kembali? saya yakin anda tidak pernah terfikir untuk sampai kesitu.. Baiklah dalam pembahasan saya kali ini adalah mengenai pembalut wanita dan kesehatannya! Selamat membaca..

PENGETAHUAN PRODUK


1. Mengapa pembalut penting bagi wanita??
Memasuki usia remaja/akil balig setiap wanita akan mengalami suatu masa yang disebut menstruasi. Proses ini merupakan hal alamiah karena terjadinya pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan. Rataan menstruasi dimulai saat wanita berusia sekitar 10/11 tahun dan biasanya berhenti sekitar usia 45-55 tahun. Maka sepanjang itulah seorang wanita akan membutuhkan pembalut agar tetap dapat beraktivitas dalam hari-hari haidnya.


Dari jaman dahulu, ternyata wanita sudah berusaha melakukan segala cara agar merasa nyaman selama menstruasi. Berikut sejarah pembalut berdasarkan eranya :

Mesir kuno: untuk nyaman dari haid, para wanita mesir menggunakan kapas yang dilapisi dengan kertas papyrus
Abad ke-10, bangsa Suda mencatat dimana Ratu Hypatia yang hidup pada awal abad ke-4 menggunakan kain untuk mengatasi masalah haid
Sekitar abad 19 an, ada bentuk lain, yaitu menstrual cup (seperti mangkuk) untuk menampung cairan darah, tetapi hanya untuk kalangan bangsawan
Tahun 1896-an, pertama kali pembalut dibuat secara modern yang bahannya berasal wood pulp (bubur kayu) dan dapat langsung dibuang
Tahun 1921, diciptakan pembalut yang terbuat dari bahan selulosa yang diekstrak dari wood pulp
Sekitar tahun 1980-an, dikembangkan desain baru yang lebih nyaman dan ergonomis dalam pembalut,yaitu dengan bahan plastik (seperti PE film) untuk bagian luar, dengan perekat, gel
Tahun 1990-an, diciptakan berbagai jenis: lebih tipis
Tahun 2000-an, semakin banyak jenisnya, yaitu :
Pantyliner: di desain untuk menyerap cairan harian atau saat menstruasi ringan. Bisa juga untuk ketidaknyamanan masalah buang air kecil.
Pembalut super tipis- ultra thin: pembalut sangat tipis, penyerapannya sama dengan maxi/regular tetapi kepadatannya lebih sedikit.
Regular: penyerapannya berada ditengah antara thin/tipis dan maxi.
Maxi: penyerapannya sangat tinggi, biasa digunakan saat haid sedang banyak.
Night: digunakan pada saat malam dan biasanya bagian belakang lebih lebar.
Maternity: digunakan bagi ibu setelah melahirkan (masa nifas).

Dapat kita perhatikan, dari masa ke masa, pembalut terus mengalami perkembangan, yang akan menjamin tingkat kenyamanan dari pemakai. Tetapi, dibalik itu, ada sisi lain yang perlu diperhatikan dari sisi kesehatan. Dimana sudah hampir satu dekade, terjadi kontradiksi antara pemakaian pembalut dengan kesehatan organ reproduksi berkaitan dengan racun/toksisitas yang disebabkan oleh dioksin. Kenapa dioksin sangat berbahaya?

2. Pembalut & Pantyliner = sumber dioksin dan kimia berbahaya??
Bahasan tentang dioksin dalam pembalut bermula dari penilaian EPA (Enviromental Protection Agency) tahun 1996 yang menyatakan bahwa disetiap tampon (semacam pembalut) yang dibuat dengan komposisi yang melalui proses pemutihan akan menimbulkan senyawa organochlorine baru yaitu dioksin. Semua berawal dari bahan penyerap (absorbent agent) yang kebanyakan dibuat dari rayon, wood pulp (bubur kayu), kapas, kertas bekas/daur ulang, atau bahan-bahan sisa. Untuk membuat bahan tersebut kembali bersih dan berwarna putih, maka diperlukan sebuah proses yang cukup panjang. Awalnya, wood pulp dimasukkan dalam tong-tong besar yang kemudian dibersihkan supaya lebih putih. Sedangkan bagi pembalut yang ditambahkan rayon dan juga kapas untuk penyerapan yang lebih sempurna, maka bahan selulosa kayu dilarutkan dalam cairan asam. Pada proses ini saja, sudah beberapa kali bahan kimia ditambahkan. Kemudian, proses berikutnya –terutama pada bahan yang berasal dari daur ulang (kertas) mengalami satu proses pencucian dengan deterjen dan juga pemutih (bleaching) dengan chlorinisasi (pemberian klorin) yang memberikan tampilan putih sempurna. Pada tahapan lain juga dilakukan proses penambahan formaldehide/formalin sebagai agen anti-basah (anti-wet agent).
Ternyata, setelah ditelusuri, zat-zat berbahaya tersebut di dalam setiap pembalut mengandung sekitar 400 ppt (part per trillion). Jika dalam hidupnya seorang wanita menggunakan sekitar 16.800 buah pembalut, maka dapatkah anda memperkirakan jumlah zat-zat kimia berbahaya yang tinggal dalam tubuhnya??
Nasib pantyliner tidak jauh berbeda. Walau pantyliner tidak terdapat bahan kapas di dalamnya untuk menampung cairan darah, tetapi jika komposisnya tetap dari bahan bekas/daur ulang, proses pemutihan akan berlangsung juga. Yang artinya: dioksin akan tetap ada. Selama itu pula, berarti, wanita menumpukkan dioksin dalam tubuhnya di luar dari periode haid, karena pada masa-masa tertentu, misalnya saat akhir-akhir hari haid (atau dikenal dengan nama spotting/bercak), saat stress dan ovulasi, cairan vagina akan lebih banyak dan membutuhkan penampung super tipis agar tidak mengganggu aktivitas. Jadi, pemilihan pantyliner yang aman, higienis dan nyaman tetap harus diperhatikan.\





3. Pengetahuan tentang dioksin
Dioksin, merupakan senyawa sederhana: Polychlorinated dibenzodioxins (PCDDs) yang ditemukan awalnya pada tahun 1848 di Jerman. Sebagai senyawa polihalogenasi, disebut dioksin karena molekulnya membentuk rangka dioksin. Seluruh keluarga/jenis dioksin jika sudah dikonsumsi/terhirup, sifatnya terakumulasi dalam jaringan lemak tubuh karena dioksin memiliki sifat lipofilik (larut dalam lemak). Sifat lainnya yang dikenal yaitu: mutagen, tetratogen dan merupakan komponen organik. Jenis lain dari Dioksin yaitu polychlorinated dibenzofuran (PCDFs). Berbagai sumber dioksin yaitu:

asap daerah industri/proses industri: sisa pembakaran
makanan sehari-hari yang mengandung lemak (produk turunan susu)
herbisida, insektisida.
asap rokok
bahan-bahan yang mengandung resin/rayon atau pemutih: tampon/pembalut, bahan-bahan pembungkus makanan
Proses klorinisasi. Semakin tinggi proses, semakin tinggi pula dioksin yang dihasilkan.

4. Riset tentang Dioksin dan Bahayanya
Beberapa hasil penelitian tentang bahaya dioksin dalam tubuh manusia dan hewan:

Pada proses produksi, terdapat dioksin yang terbawa dalam bahan rayon dan daur ulang (Dioxin in American Sanitary products,1998)
Dioksin meningkatkan kejadian endometriosis dan pembesarannya pada primata (Toxicol sci-2000), pada tikus (Toxicol appl pharmacol,2000)
Dioksin dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi, sistem endokrin, toksik pada sistem imunitas dan perkembangan serta bersifat karsinogenik (US EPA,2000)
Paparan dioksin selama 4 tahun pada monyet menyebabkan peningkatan kejadian endometriosis sekitar 7-10 tahun kemudian (Fundam appl toxicol,1993)
Para ahli kesehatan merekomendasikan bagi penggunanya memakai pembalut yang tidak diberi pemutih, karena pemutih dapat menyebabkan resiko kesehatan, termasuk kanker ovarium, mulut rahim/serviks, kanker payudara (tampon safety,2003)
Dioksin, walaupun dalam jumlah sedikit, terakumulasi dalam jaringan lemak (endometriosis association,2004). Intervensinya sampai pada tingkat sel, yang akhirnya mempengaruhi DNA, metabolisme hormon, faktor pertumbuhan, reproduksi,endokrin dan fungsi imunitas (Jurnal Environtmental Health Perspective, 1995)
IARC (International Agency for Reserach on Cancer): TCDD (tetrachlorodibenzo p dioxin) setidaknya dapat ada ditubuh manusia selama 8 tahun dengan mediasi ARL (Aryl Hidrocarbon receptor) (Wiki)
Tidak ada dosis aman/ambang batas dioksin yang dapat menyebabkan kanker (Cancer weekly, 2003)
Efek lain yang dilaporkan: Abnormalitas perkembangan enamel pada gigi anak-anak, kelainan tiroid, patologi pada sistem syaraf periferal dan pusat, kerusakan sistem imunitas, endometriosis, diabetes (wikipedia).

Bahkan, IARC-WHO (International Agency for Research on Cancer) WHO , berdasarkan evaluasi dampak pada manusia dan hewan yang dilakukan sejak tahun 1997 akhirnya pada tahun 2007 membuat peringatan akan efek samping dioksin dan dioksin digolongkan sebagai zat karsinogenik bagi manusia (known human carcinogen). Jelas sudah, bahwa Dioksin sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, dan tampon/pembalut menjadi salah satu sumber bertumpuknya dioksin pada sel-sel tubuh (terutama di organ reproduksi).



Bahaya Dioksin bagi manusia :

Endometriosis (penebalan dinding rahim)
Kanker: payudara, serviks/leher rahim, rahim
Infeksi vagina (vaginitis)
Sulit mempunyai keturunan (karena keputihan/infeksi vagina, kemandulan)
Rendahnya, bahkan rusaknya sistem imunitas (menjadi mudah lelah, cepat emosi/marah, mudah sakit)
Kista
PMS (pre menstruation syndrom) : emosi tidak stabil, nyeri pada perut
Tumor organ reproduksi
Keputihan
Haid tidak teratur (karena ketidakseimbangan hormon)


5. Bagaimana cara dioksin masuk dan merusak tubuh?
Jika wanita sedang haid atau cairan hariannya sedang banyak, maka cairan tersebut akan menetes ke permukaan pembalut/pantyliner yang dipakai. Cairan tersebut bersifat asam dan terjadi penguapan. Dioksin yang salah satu unsurnya Oksigen (O) dan sifatnya oksidatif akan menguap (apalagi jika pembalut atau pantyliner dalam kondisi basah dan kelembaban tinggi), kemudian terbawa dalam permukaan vagina, lalu masuk ke rongga rahim melalui leher rahim (serviks). Dioksin akan menempel dan terikat pada jaringan lemak didinding rahim.
Dalam sel dioksin akan berikatan dengan Aryl hydrocarbon receptor (AhR) yang secara diproduksi oleh berbagai organ termasuk hati, paru-paru, sel limfosit dan plasenta 1. Karena beriktan dengan ArH maka dioksin bergerak bebas dalam sel dan ketika berikatan dengan DNA dia dapat mengaktifkan atau matikan DNA serta mengubah struktur DNA.1,2 Melalui mekanisme ini dioksin akan merusak/mengganggu sistem reproduksi, endokrin, fungsi imun, metabolisme hormon, faktor pertumbuhan dan memicu sel kanker.2,3.

Catatan kaki :

Whitlock JP. (1990) Genetic and molecular aspect 0f 2,3,7,8 tetraclorodibenzo-p-dioxin action. Annual Review of Pharmacology, 30:251-277
Rier SE, Martin DC, Bowman RE and Becker JL. (1995). Immunoresponsiveness in endometriosis: implication of estrogenic toxicant. Environmental Health Persepctive, 103 (Suppl 7):151-156
Thornton, J. (1994) Achieving Zero Dioxin: An emergence strategy for Dioxin elimination. Greenpeace Report

Sudahkah anda mengerti sekarang? Baiklah, makannya dari itu kami menyediakan Pembalut Kesehatan yang aman bagi para wanita semua, dan nyaman apabila di pakai! Produk ini bernama Natesh.



MANFAAT NATESH

Membantu mencegah kanker mulut rahim/serviks.
Membantu mencegah kanker payudara, myoma, endometriosis, kista ovarium, kanker ovarium.
Membantu mencegah dan mengatasi keputihan.
Membantu meringankan dan menghilangkan nyeri pada saat haid.
Membantu membasmi jamur, bakteri dan parasit serta virus yang berbahaya bagi organ reproduksi.
Mencegah timbulnya bau tidak sedap pada saat haid.
Menjaga kulit agar tetap segar, tidak iritasi baik saat pakai pantyliner (walau setiap hari) maupun pada saat haid.
Membantu mencegah dan menghilangkan gatal-gatal, terlalu lembab dan bau tidak sedap.
Membantu mencegah dan mengatasi infeksi saluran kemih.
Membantu mencegah berkembangnya penyakit pada organ reproduksi.
Membantu revitalisasi dan metabolisme sel-sel di organ reproduksi dan sekitarnya.
Membantu mencegah dan menghilangkan migrain pada saat haid.
Membantu mencegah penyakit berbahaya (kanker ovarium) pada wanita menopause (pantyliner).
Melancarkan sirkulasi darah di daerah oragn intim/reproduksi dan sekitarnya.
Membantu mengatasi haid yang tidak teratur.
Meringankan gejala pre-menopause seperti hot flashes (rasa panas di dada).
Meringankan stress dan emosional terutama pada saat haid atau menjelang menopause.




Pembalut dan Pantyliner Natesh sangat dianjurkan bagi wanita dengan: kulit sensitif (mudah iritasi dan gatal), keputihan/kekuningan mulai ringan sampai berat, masalah dengan hormon (haid tidak teratur, nyeri, haid terlalu banyak atau terlalu sedikit).

KELEBIHAN PRODUK NATESH

Dioxin free (bebas dioksin).
Setelah membaca sedikit keterangan diatas, Natesh bersifat dioxin free (bebas dioksin) sehingga para wanita tidak perlu khawatir memakai Natesh pembalut saat haid dan juga Natesh pantyliner saat cairan harian sedang banyak. Selain itu, Natesh pembalut juga bebas bakteri karena dalam proses pembuatannya sangat higienis dan tidak tersentuh tangan, sehingga aman dari bakteri berbahaya (misalnya: E.coli)
Mengandung ekstrak herba China yang sangat membantu untuk menjaga kesehatan reproduksi sekaligus mencegah
penyakit-penyakit organ reproduksi dan mengontrol melancarkan siklus menstruasi. Herbal tersebut diantaranya: Yi Mu
cao, Herba Menthae, Borneol, Houttuynia cordata, aloe vera. Semua herba tersebut sangat membantu untuk mencegah terjadinya iritasi; berkembangnya bakteri, jamur dan virus serta parasit berbahaya bagi organ reproduksi wanita.
Terdapat FIR (far Infra red) yang sangat baik untuk kelancaran sirkulasi darah, melemahkan/membunuh
kuman di organ reproduksi, mengurangi bau

Mengandung Anion (ion negatif), yang saat ini tertinggi di pasaran untuk golongan pembalut dan pantyliner, yaitu sekitar 7200 pcs/cm3). Bermanfaat untuk revitalisasi dan metabolisme sel, melancarkan dan membersihkan aliran darah dan
meningkatkan fungsi imunitas
Disempurnakan dengan Teknologi Nano Silver. Teknologi nano adalah teknologi tercanggih di dunia saat ini untuk memperkecil ukuran partikel menjadi 1 per semilyar meter. Penggunaan silver pada teknologi nano bertujuan sebagai anti bakteri dan virus. Dengan ukuran molekul yang super kecil menjadikan Natesh memiliki sifat anti bakteri/virus/jamur yang sangat luas dan kuat, tanpa menimbulkan alergi
Bebas lembab dan bau. Kondisi lembab menciptakan bau amis pada cairan dan membuat bakteri, virus, jamur dan parasit berbahaya berbiak lebih cepat. Dengan desain khusus , Natesh Pembalut dan Pantyliner menghadirkan sensasi segar sepanjang
hari, mengurangi bau serta meningkatkan rasa percaya diri di saat-saat hari sulit wanita.
Cocok untuk kulit sensitif. Pada beberapa wanita, kesalahan memakai pembalut membuat kulit menjadi mudah iritasi, gatal dan terjadi gangguan pada kulit. Tetapi, tidak pada Natesh pembalut dan pantyliner. Bahan-bahan biodegradable dan juga non recycle (mudah terurai dan juga bukan daur ulang) menjadikan Natesh tidak menyebabkan penggunanya mengalami iritasi kulit dan gatal.
Boleh digunakan untuk ibu hamil. Saat tertentu, ibu hamil terkadang mengeluarkan cairan harian. Natesh pantyliner dapat digunakan bagi mereka, dengan catatan, bagi ibu hamil yang tidak mempunyai masalah pada kehamilannya.
Sangat tipis, 1 mm (bahkan kurang), anti kerut, anti bocor. Para wanita terkadang risih jika haid sedang banyak tetapi harus memakai pembalut yang tebal dan juga terlalu panjang. Terkadang, pembalut dan pantyliner juga mudah berkerut. Natesh pembalut dan pantyliner didesain dengan lapisan anti bocor ke samping (water proof side guard) dan menggunakan wings sehingga tidak bocor. Daya serapnya yang sangat tinggi, karena 3 lapisan anti bocornya membuat anda tidak perlu
khawatir akan tembus saat haid sedang banyak-banyaknya. Desain tipisnya membuat anda tidak perlu khawatir untuk bebas bergerak, karena terasa tidak pakai.
Membantu kesehatan reproduksi wanita. Jelas, dengan kandungan yang ada pada Natesh Pembalut dan Pantyliner saat ini, wanita akan terbantu untuk masalah kesehatan reproduksinya.

Apabila anda tertarik dengan produk tersebut anda dapat menguhubungi saya lewat Akun Twitter saya di https://twitter.com/#!/Soniayusmar Anda dapat menanyakan tentang pembalut tersebut! Trims.. Wass

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan Menggunakan bahasa yang singkat dan sopan! Dan juga Komentarlah apabila ada yang belum anda mengerti!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More